TUKANG KEBUN : SEMANGAT YANG HARUS KITA TELADANI
Banyak komponen yang ada dalam lembaga pendidikan, diantara komponen tersebut ada satu orang yang sangat dibutuhkan keberadaannya dalam sebuah lembaga pendidikan dan keberadaanya hampir tidak pernah dilirik oleh kalangan pendidikan yang ada. Apakah kita mengetahui siapakah yang membuat sekolah ini bersih, teratur, dan nyaman, ya…..! merekalah Tukang Kebun yang sangat dibutuhkan keberadaannya untuk menjaga kebersihan, keindahan, dll. Dalam papan board yang ada di sekolah menyebutkan tugas-tugas dari tukang kebun, yaitu:
1. Mengusulkan alat keperluan perkebunan.
2. Merencanakan distribusi, jenis tanaman dan tumbuhan.
3. Memotong Rumput.
4. Menyiangi rumput liar.
5. Memelihara dan memangkas tanaman.
6. memupuk tanaman.
7. Memberantas hama dan penyakit tanaman.
8. Menjaga keindahan tanaman serta kerindangan.
9. Merawat tanaman serta infrastrukturnya (pagar, saluran Air).
10. Merawat dan memperbaiki peralatan kebun.
11. Membuang sampah kebun dan lingkungan sekolah ke tempat sampah.
12. dll yang berkaitan dengan perkebunan.
Dalam artikel ini tidak membahas lebih jauh tentang tugas profesional tukang kebun namun lebih akan menceritakan hal yang unik pada tukang kebun yang dimiliki oleh madrasah ”Raudlatul Ulum” putra. Yaitu memiliki tukang kebun yang sudah senior (tua) namun memiliki semangat yang sangat kuat untuk mengabdi pada madrasah ini. Setelah kami telusuri lebih jauh tentang pengabdian dan pribadi beliau alangkah takjubnya saya, ternyat Te. Marsam (begitu kami memanggilnya sehari-hari) sudah mengabdi pada madrasah ini sebagai tukang kebun sudah lama sekali, sekitar lebih dari separuh hidupnya beliau habiskan untuk mengabdi di madrasah ini. Pada awalnya beliau di gaji sebesar 750,- /bulan, sampai sekarang gajinya mencapai 250.000,- /bulan.
Sebagai tukang kebun yang sudah tua selayaknya beliau sudah tidak bekerja seperti hal itu lagi, mengingat banyaknya pekerjaan yang di tanggungkan pada beliau yaitu beliau harus membersihkan seluruh halaman madrasah dan merawat seluruh tanaman yang ada di taman madrasah yang luasnya sekitar 14 m x 42 m, tugas selain itu adalah menyajikan air minum untuk para guru dan pada saat semua civitas akademik pulang dan beristirahat beliau masih punya pekerjaan lain yaitu mencuci semua gelas-gelas air minum guru yang ada di kantor mulai dari unit MI, MTs, MA.
Tapi pada saat ini mungkin Te. Marsam dapat bernafas lega karna belakangan ini putri tertuanya yang menjadi salah satu staf pengajar di Madrasah Ibtidaiyah Putri yang bernama Ibu. Syamsiyah, selain Ibu. Syamsiyah sekarang cucu beliau yang bernama Kak. Basit juga sudah mulai membantu beberapa tugas yang diemban Te.Marsam, dan bahkan Kak. Basit Sudah diangkat sebagai tukang kebun tetap seperti kakeknya dan sekaligus sebagai petugas keamanan malam.
Singkat kata dalam coretan ini sesungguhnya kita sangat banyak mengucapkan terima kasih pada Te. Marsam orang tua yang dikenal sabar, tabah dan pastinya selalu up to date dalam mengikuti perkembangan zaman ini, mulai dari media cetak maupun media elecktronik, dia yang sudah mengabdi dan bekerja keras untuk madrasah ini. Terima kasih,
Jaza Kumullah Ahtsanal Jaza’
